Kamis, 07 Februari 2019

'Doa Yang Tertukar' Fadli Zon Dianggap Menghina KH Maimun Zubair

Hasil gambar untuk puisi doa yang tertukar
Sumber: Tribunnews.com

'Doa Yang Tertukar' puisi karya Fadli Zon, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini dinilah telah su'ul adab atau melakukan tindakan tidak beretika.

Putri Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Yenny Wahid, mengatakan apa yang ada dalam puisi Fadli Zon yang berjudul 'Doa Yang Tertukar' merupakan penginaan terhadap tokoh tokoh kharismatik, pengasuh sekaligus pendiri Pesantren al-Anwar, Sarang, Rembang Jawa Tengah yang juga tokoh kharismatik senior Nahdlatul Ulama (NU), KH Maimun Zubair alias Mbah Moen. 

"Kok orang sepuh dihina seperti itu di kau-kau kan dibilang makelar doa, pokoknya menurut saya tidak beretika kalau yang dituju itu Mbah Moen," ungkap Yenny di Jakarta, (6/2/2019).

Menurut Yenny, apa yang dilakukan Mbah Moen murni salah ucap dan sebuah hal yang lumrah dilakukan oleh orang sepuh. 

Dia mengakui secara tersirat Mbah Moen menyebut nama capres nomor urut 02 Prabowo Subianto, namun menurutnya, apa yang disampaikan Mbah Moen untuk mendoakan capres petahana Joko Widodo menang di Pilpres 2019.

"Anak saya tiga saya suka salah manggil nama, yg nomor satu dipanggil nomor dua, nomor dua salah panggil nomor tiga, apalagi Mbah Maimoen yang sudah lebih sepuh. Saya yang usianya setengahnya dari Mbah Maimoen sering salah manggil nama anak sendiri. Jadi itu kesalahan yang wajar, tapi kalau kita mendengarkan kalimatnya secara lengkap tidak dipotong-potong, kita sangat mengerti itu maksudnya orang yang disebelahnya beliau ya pak Jokowi," sambungnya.

Yenny merasa bahwa dalam atmosfer pilpres, maka hal apa pun bisa dijadikan sebagai komoditas politik. Namun, ia meminta agar dalam berpolitik tetap harus memperhatikan adab dan sopan santun, terlebih kepada tokoh kharismatik NU. 

Yenny justru mengingatkan Fadli agar tidak dianggap telah melakukan penghinaan terhadap ulama.

Fadli sebelumnya menulis puisi berjudul 'Doa yang Ditukar' pada Minggu (3/2). Dalam puisinya, Wakil Ketua DPR itu menyindir soal agama yang diobral hingga penguasa tengik.

Puisi itu mendapat respons dari sejumlah kalangan politikus hingga Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian, Alissa Wahid, juga ikut mempersoalkan puisi Fadli Zon itu.

"Doa sakral, seenaknya kau begal, disulam tambal, tak punya moral, agama diobral,” demikian salah satu larik puisi ciptaan Fadli sebagaimana dikutip dari akun Twitter @fadlizon, Selasa (5/2/2019).

Tak hanya sampai di situ, dalam puisinya Fadli juga mengungkapkan sosok ‘kau’ yang telah merevisi doa sehingga doa itu tidak lagi otentik.




Sumber: akurat.co

Tidak ada komentar:

Posting Komentar