Kamis, 07 Februari 2019

Polisi Datangi Pabrik Sepatu Nike Terkait Design Sepatu Yang Viral

Hasil gambar untuk polisi datangi pabrik sepatu nike
Sumber: MSN.com

Viralnya desain sepatu yang dianggap mirip lafaz Allah membuat Kapolres Kota Tangerang Kombes Sabilul Alif mendatangi PT Adis Dimension Footwear (ADF), salah satu pabrik yang memproduksi sepatu Nike di Balaraja, Kabupaten Tangerang.

"Jadi kedatangan kami untuk menindaklanjuti informasi soal desain sepatu yang dianggap menyerupai atau mirip lafaz Allah itu," ujar Sabilul, Rabu (6/2/2019).

Sabilul menjelaskan, setelah melakukan beberapa pemeriksaan bersama pengurus perusahaan, tidak ditemukan desain sepatu seperti yang ramai diperbincangkan itu. 

Namun ia meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak gegabah dalam menyebarluaskan informasi yang belum jelas kebenarannya.

"Di PT Adis ini tidak ada seperti itu (tidak produksi sepatu tersebut). Kami sudah cek tadi," katanya.

Bahkan Sabilul juga meminta masyarakat untuk melaporkan apabila menemukan desain sepatu semacam itu. Bila ditemukan, lanjutnya, masyarakat jangan main hakim sendiri.

 "Laporkan ke kami agar kami yang tindak lanjuti," ucapnya.

HRD PT ADF Sandi juga mengaku sudah mengetahui viralnya berita soal desain sepatu itu. Namun, Sandi memastikan perusahaan tempatnya bekerja tidak memproduksi sepatu model itu.

"Tadi sudah kita periksa bersama, tidak ada dan kami memang tidak memproduksi seperti itu," kata Sandi.



Sumber: akurat.co

Comeback! Nidji Membawa Single Baru dan Vokalis Baru

Hasil gambar untuk vokalis baru nidji
Sumber: kompas entertainment

Kali ini kabar terbaru datang dari band Nidji yang kembali ramaikan industri musik tanah air setelah vakum lebih dari setahun. 

Acin selaku perwakilan dari Musica Studio saat ditemui di Kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (6/2) menatakan bahwa Nidji comeback dengan membawa single terbarunya yang berjudul 'Segitiga Cinta' dan juga dengan vokalis barunya yaitu Muhammad Yusuf Nur Ubay.

"Awalnya dari 2000 lebih yang mengikuti test sampai akhirnya 10 finalis kita tentukan satu. Setelah perjalanan pemilihan panjang kita sepakat memilih Ubay," ujar Acin. 

Ubay demikian vokalis baru band Nidji itu merupakan jebolan Indonesia Idol.

Awalnya Ubay mengaku sangat tidak menyangka jika dirinya akhirnya dipercaya untuk menjadi vokalis Nidji untuk menggantikan Giring. Ia pun tidak menyangka berhasil terpilih mengalahkan ribuan peserta yang mengikuti ajang pencarian vokalis Nidji. 

"Masih seperti mimpi, ini mungkin jalan Tuhan yah saya ada disini," tutur Ubay.

Penuh suka cita menyambut sang vokalis baru, Gitaris Nidji Ramadhista Akbar mengatakan sosok seperti Giring tak akan tergantikan. Hanya saja, sambungnya kehadiran Ubay, akan memberi warna baru untuk band Nidji di belantika musik tanah air. 

"Giring cuma ada satu di dunia, tak mungkin kita mencari seorang Giring lagi, ini Ubay akan memberikan warna baru pastinya di Nidji," tutup Ramadhista.

Bahkan untuk kabar terbarunya, single terbaru Nidji berjudul 'Segitiga Cinta' ini merupakan original soundtrack dalam film 'Antologi Rasa' yang akan dirilis pada 8 Februari 2019 besok.



Sumber: akurat.co

Tolak RUU Permusikan, Ari Lasso: Ada Yang Lebih Urgent

Hasil gambar untuk ruu permusikan ari lasso
Sumber: kompas entertainment

Polemik perihal adanya RUU (Rancangan Undang Undang) Permusikan yang diusulkan oleh Pemerintah dan DPR RI membuat penyanyi Ari Lasso ikut angkat bicara.

Menurutnya istilah penolakan bahkan revisi kedua hal tersebut masih dalam rancangan sementara. 

"Ya istilah penolakan maupun revisi dua-duanya boleh dipakai. Mau tidak sekarang ditolak tidak apa-apa revisi lebih baik,"

Namun Ari Lasso memilih mengkaji ulang tiap undang-undang yang akan ditetapkan DPR l-RI Komisi X dengan cara tiap musisi beraliran apapun tak ada yang merasa dirugikan.

Pelantun lagu 'Arti Cinta' ini menegaskan jika ia sebagai wakil dari pelaku seni musik Indonesia, Ari akan lebih fokus terhadap penegakkan tata kelola, tata niaga dan perlindungan hak cipta.

"Pasal 5 kalau gak salah menurut saya kalau pun permusikan itu buat saya impian saya dan temen-teman saya sesama musisi itu adalah menegakkan tata kelola, tata niaga, perlindungan hak cipta yang mana juga sudah ada UU-nya itu saja," tegasnya.

Menurutnya juga dengan adanya RUU Permusikan setidaknya terdapat 19 pasal yang bermasalah di dalamnya (4, 5, 7, 10, 11, 12, 13, 15, 18, 19, 20, 21, 31, 32, 33, 42, 49, 50, 51). Tidak hanya itu saja bahkan terdapat banyak pasal yang dinilai tumpang tindih.

Dalam Undang-undang tersebut seolah Pemerintah ingin mengatur pelaku seni musik untuk tidak berekspresi secara sangat bebas atau mungkin terlalu berlebihan dalam industri musik.

"Bukan mengatur gimana para penghasil musik ini berkreasi aturlah tata niaganya, tata kelolanya menjadi lebih baik itu lebih urgen buat saya dibandingkan pasal-pasal yang ada itu rasanya akan sangat banyak yang masuk penjara kalau jadi ya," tuturnya.

"Kemarin gue ngobrol sama Once panjang ada 1,5 jam 'siap-siap masuk lu dipanggil nama lu' 'lagu lu ada tuh yang 'ingin ku bunuh pacarmu'. Orang kan bisa menafsirkan itu," tambahnya seraya tertawa.

Ari Lasso sebagai musisi senior yang sudah ada sejak era 1990-an, ia yang sudah lebih dahulu menolak anti pembajakan.

"Jadi yang tak perlu diatur nggak usah diatur setiap musisi itu masing-masing nya punya self filter kebaikan mendasar manusia pasti ada di musisi. Ada banyak hal-hal yang lebih urgensi," tutupnya.



Sumber: akurat.co 

'Doa Yang Tertukar' Fadli Zon Dianggap Menghina KH Maimun Zubair

Hasil gambar untuk puisi doa yang tertukar
Sumber: Tribunnews.com

'Doa Yang Tertukar' puisi karya Fadli Zon, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini dinilah telah su'ul adab atau melakukan tindakan tidak beretika.

Putri Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Yenny Wahid, mengatakan apa yang ada dalam puisi Fadli Zon yang berjudul 'Doa Yang Tertukar' merupakan penginaan terhadap tokoh tokoh kharismatik, pengasuh sekaligus pendiri Pesantren al-Anwar, Sarang, Rembang Jawa Tengah yang juga tokoh kharismatik senior Nahdlatul Ulama (NU), KH Maimun Zubair alias Mbah Moen. 

"Kok orang sepuh dihina seperti itu di kau-kau kan dibilang makelar doa, pokoknya menurut saya tidak beretika kalau yang dituju itu Mbah Moen," ungkap Yenny di Jakarta, (6/2/2019).

Menurut Yenny, apa yang dilakukan Mbah Moen murni salah ucap dan sebuah hal yang lumrah dilakukan oleh orang sepuh. 

Dia mengakui secara tersirat Mbah Moen menyebut nama capres nomor urut 02 Prabowo Subianto, namun menurutnya, apa yang disampaikan Mbah Moen untuk mendoakan capres petahana Joko Widodo menang di Pilpres 2019.

"Anak saya tiga saya suka salah manggil nama, yg nomor satu dipanggil nomor dua, nomor dua salah panggil nomor tiga, apalagi Mbah Maimoen yang sudah lebih sepuh. Saya yang usianya setengahnya dari Mbah Maimoen sering salah manggil nama anak sendiri. Jadi itu kesalahan yang wajar, tapi kalau kita mendengarkan kalimatnya secara lengkap tidak dipotong-potong, kita sangat mengerti itu maksudnya orang yang disebelahnya beliau ya pak Jokowi," sambungnya.

Yenny merasa bahwa dalam atmosfer pilpres, maka hal apa pun bisa dijadikan sebagai komoditas politik. Namun, ia meminta agar dalam berpolitik tetap harus memperhatikan adab dan sopan santun, terlebih kepada tokoh kharismatik NU. 

Yenny justru mengingatkan Fadli agar tidak dianggap telah melakukan penghinaan terhadap ulama.

Fadli sebelumnya menulis puisi berjudul 'Doa yang Ditukar' pada Minggu (3/2). Dalam puisinya, Wakil Ketua DPR itu menyindir soal agama yang diobral hingga penguasa tengik.

Puisi itu mendapat respons dari sejumlah kalangan politikus hingga Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian, Alissa Wahid, juga ikut mempersoalkan puisi Fadli Zon itu.

"Doa sakral, seenaknya kau begal, disulam tambal, tak punya moral, agama diobral,” demikian salah satu larik puisi ciptaan Fadli sebagaimana dikutip dari akun Twitter @fadlizon, Selasa (5/2/2019).

Tak hanya sampai di situ, dalam puisinya Fadli juga mengungkapkan sosok ‘kau’ yang telah merevisi doa sehingga doa itu tidak lagi otentik.




Sumber: akurat.co

5 Detoks Digital Ini Cocok Untuk Kamu Si Pecandu Smartphone

Hasil gambar untuk detoks digital
Sumber: Klikdokter

Saat ini, smartphone telah menjadi primadona mulai dari kalangan rendah ataupun atas, tua ataupun muda pasti memilikinya. Namun, ada kalanya seseorang secara tidak sadar kecanduan bermain smartphone.

Nah, untuk mengatasinya kita sendiri perlu melakukan detoks digital yang berarti kita harus mengurangi intensitas menggunakan gadget dalam keseharian. 

Berikut caranya:


1. Keluar dari Semua Macam Media Sosial
Facebook, Twitter, Instagram dan media sosial lainnya memang didesain untuk terus menampilkan update terbaru dari para penggunanya. Namun jika tak bisa mengkontrol diri, maka bisa jadi akan berakibat kecanduan media sosial. 
Maka dari itu cobalah keluar dari semua akun media sosial itu. Detoks ini harus dicoba selama 3-5 hari agar kecanduanmu akan sosial media menurun.

2. Perbanyak Baca Buku
Perbanyak membaca buku adalah salah satu kegiatan yang sangat efektif untuk meninggalkan kecanduanmu akan smartphone. Membaca novel, atau komik juga dapat mengisi waktu luangmu disaat menunggu. Tak hanya untuk mengisi waktu luang saja, banyak membaca buku juga dapat meningkatkan kesehatan otak dan mental.

3. Tinggalkan Ponsel Saat di Rumah
Jika aktivitas pekerjaan tidak dapat lepas dari smartphone, cobalah untuk meninggalkan ponsel ketika berada di rumah. Menjalin komunikasi dengan keluarga akan lebih menyenangkan. Cara ini juga sekaligus memberikan waktu istirahat untuk dirimu sendiri dari paparan gadget.

4. Catat Idemu dalam Jurnal Kecil
Bagi yang mempunyai segudang ide, ada baiknya jika selalu mencatat ide-ide kreatif di dalam buku jurnal daripada di smartphone. Dalam buku jurnal itu juga dapat mencatat apa saja yang harus dilakukan hari ini, mencatat janji temu dengan seseorang, menggambar sketsa, dan lainnya. Dengan begitu, intensitas dengan smartphone akan berkurang.


5. Dengarkan Podcast 
Saat ini banyak aplikasi yang menyediakan konten podcast. Untuk diketahui, podcast adalah siaran audio yang sengaja dibuat dengan tema tertentu. Walaupun masih mengandalkan smartphone, setidaknya saat mendengarkan podcast kamu akan lebih fokus ke suara dibandingkan layar ponselmu. Podcast dapat didengarkan melalui aplikasi Joox atau Spotify.



Sumber: akurat.co